All you need to know about server

Dalam menggunakan produk 3Dolphins, ada dua jenis server yang digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

  1. On-premise

On-Premise CRM memiliki penerapan yang konvensional, mulai dari pengadaan hingga pengaturan infrastruktur maupun software. Perusahaan dapat dengan mudah mengontrol semua database yang ada karena semua disimpan di tempat perusahaan karena disiapkan secara independen; developer, design, termasuk servernya. Perusahaan seperti bank adalah pihak yang paling banyak menerapkan server ini demi keamanan transaksi nasabahnya. Hanya saja, perusahaan perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk itu semua.

  • Cloud-based

Cloud Based pada dasarnya adalah Software-as-a-Service, di mana perusahaan cukup menggunakan aplikasi/software untuk menggunakan produk kami. Berbeda dengan sebelumnya, Cloud Based server dioperasikan dengan sistem Remote Location dan tersedia untuk semua pihak selama masih dalam jangkauan internet. Semua data disimpan dalam cloud yang disediakan oleh kami. Perusahaan hanya perlu log in pada software untuk mengakses data pada produk-produk kami. Pilihan ini tentu tidak memerlukan pengadaan infrastruktur atau tim IT independen karena seluruh keperluan maupun pengaturan yang berhubungan dengan software dan server ditangani oleh kami selaku provider.

Meskipun begitu, cloud-based server memiliki tingkat keamanan yang sama dengan server on-premise karena data yang terdapat di dalamnya sudah melalui tahap enkripsi sebelum akhirnya disimpan.

Kedua pilihan ini tidak selalu rigid, mengingat kami harus selalu mampu beradaptasi pada perubahan keputusan. Migrasi antarserver sangat memungkinkan untuk terjadi untuk memfasilitasi keputusan dan kondisi yang mudah berubah.

Namun, terlepas dari perbedaan yang disebutkan, keduanya didukung oleh prosesor yang bersifat scalable, RAM yang besar, dan dilengkapi dengan sistem operasi jaringan. Server juga menjalankan tugas-tugas administratif, seperti mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya. Sebagaimana sebuah mesin, beratnya kerja server membuatnya membutuhkan perhatian, salah satu upaya adalah dengan melakukan maintenance secara rutin. Server juga perlu perawatan.

Maintenance yang rutin dan tepat yang dilakukan pada server akan membuat performanya optimal dan terhindar dari crash. Salah satu kasus yang dijumpai dari kurangnya maintenance pada server adalah semua pekerjaan berhenti karena data backup yang terhenti selama berbulan-bulan, membuat kapasitas tiba-tiba penuh dan menurunkan performace, dan dampaknya berlanjut pada performa user dan pengelola server.

Yang paling merasakan konsekuensi dari kurangnya maintenance server adalah customer service agent, karena agent akan mengalami performance yang melambat, malfungsi aplikasi (tidak berjalan sebagaimana mestinya), hingga channel social media atau layanan pendukung mati karena tidak dapat menyimpan data logs, sehingga tidak bisa melayani customer dengan baik. Beberapa yang biasanya terjadi pada 3Dolphins platform server apabila maintenance yang dilakukan minim adalah:

1. File or Data Corrupt

File atau data yang corrupt bisa menyebabkan performance produk 3Dolphins melambat.

2 Storage Full

Storage penuh juga bisa membuat beberapa services pada 3dolphins down, sehingga dibutuhkan pemeliharaan untuk storage.

3 Pemakaian memory yang penuh

Memory penuh biasanya disebabkan karena penggunaan memory pada server telah melewati batas dan banyak buffering pada memory cache server, sehingga menyebabkan aplikasi 3Dolphins beroperasi lebih lambat.

Tidak seperti mesin kendaraan, kerusakan pada server tidak mudah untuk disadari. Server tidak akan berbunyi seperti rantai kendaraan yang kurang pelumas atau longgar. Server punya beberapa lapisan kerusakan yang perlu disadari.

Seiring berjalannya waktu, server akan membangun repository dan records termasuk cache yang tentunya akan mempengaruhi kecepatan kinerja server. Fragmentasi SQL dari waktu ke waktu juga menjadi masalah yang mempengaruhi pada kecepatan server.

Untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, perlu adanya maintenance pada server secara berkala; harian, mingguan, dan bulanan. Pemeriksaan harian bisa dilakukan dengan mengecek pembaharuan termasuk pemindai virus database serta update software yang bisa mencegah zero-day attack; sebuah kondisi di mana terdapat kerentanan sistem yang tidak dapat diketahui cara membenarkannya. Dalam pengecekan mingguan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana backup bekerja sesuai yang diperlukan sehingga resiko kehilangan data lebih minim. Lihat juga bagaimana penggunaan disk untuk mengindikasikan bahwa kesehatan server. Terakhir, pemeriksaan server bulanan dapat dilakukan dengan optimalisasi database, atau minimal dua bulan sekali.

Ada juga beberapa tips yang dapat anda ikuti untuk melakukan maintenance server

1. Pastikan sistem backup berfungsi

Sebelum melakukan perubahan pada sistem produksi, sebaiknya perhatikan apakah sistem backup masih bekerja secara optimal atau tidak untuk dapat melakukan pemulihan jika terjadi kegagalan.

2. Periksa disk

Jangan gunakan sistem produksi sebagai sistem arsip. Hapus log yang lama dan versi perangkat lunak yang sudah tidak digunakan untuk efisiensi dan kecepatan penggunaan server sehingga server anda akan lebih responsif.

3. Monitor RAID Alarm

Semua server produksi harus menggunakan RAID, sehingga penting untuk melakukan pantauan status RAID. Jika RAID gagal maka sistem anda juga akan kacau.

4. Update OS

Pembaharuan dapat membantu terhindar dari peretas. Buatlah jadwal agar tidak kehilangan update untuk sistem anda, sehingga ancaman pada security akan lebih cepat direspon.

5. Update Control panel

Jika yang digunakan adalah hosting atau server control panel, pastikan untuk mengupdate dengan benar. Terkadang update yang dilakukan tidak hanya untuk control panel namun juga pada software. Misalnya, WHM/cPanel harus update PHP version secara manual untuk membereskan isu.

6. Periksa update aplikasi

Periksa dan perbaharui aplikasi web, terutama program popular seperti WordPress.

7. Periksa remote management tools

Remote console, remote reboot dan rescue mode adalah 3 hal esensial yang penting untuk melakukan remote management tools pada server anda.

8. Periksa error hardware

Log perlu ditinjau untuk mengecek tanda-tanda masalah perangkat keras. Notifikasi overheating, kesalahan membaca disk, kegagalan jaringan bisa menjadi indikator kegagalan hardware. Meskipun jarang terjadi, kejadian seperti ini patut diwaspadai.

9. Periksa penggunaan server

Tinjaulah disk, CPU, RAM dan penggunaan jaringan. Jika telah mendekati batas kapasitas, perlu penambahan sumber daya ke server yang dimiliki atau bermigrasi ke yang baru.

10. Lakukan review akun-akun yang ada

Jika terjadi pergantian user yang sudah tidak memiliki kaitan apapun lagi dengan informasi server, baik klien maupun karyawan, segeralah hapus user tersebut untuk menjaga kemanan server.

11. Lakukan pergantian password secara berkala

Kami sarankan password diganti setidaknya 6 atau 12 bulan sekali, terlebih lagi jika password harus diketahui oleh beberapa orang untuk maintence.

12. Cek sistem keamanan

Tinjauan sistem keamanan dapat dikakukan dengan alat audit jarak jauh seperti Nessus setidaknya minimal 4 kali dalam setahun untuk melakukan pengecekan ini. Meskipun server tidak memerlukan perawatan fisik seperti mobil namun tetap membutuhkan sentuhan dan perawatan. Tips yang telah diberikan dapat dilakukan sendiri untuk menjaga server agar tetap berfungsi secara optimal, dengan demikian pekerjaan tidak akan terhambat.

Share :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Related Post