The omnichannel business ecosystem best practice in quarantine shopping behavior

Ada tantangan besar bagi pelaku bisnis di Indonesia saat WHO mengumumkan Covid-19 sebagai Pandemi Global.  Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar diberlakukan, masyarakat mengalihkan seluruh kegiatan untuk dilakukan secara virtual, termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Di Amerika misalnya, Nielsen menemukan terdapat 76% korelasi antara kasus COVID-19 yang telah terkonfirmasi secara local dan pembelian barang-barang pokok di e-commerce.

Di Indonesia sendiri, menurut data Analytic Data Advertising (ADA), terdapat kenaikan drastis pada aktivitas belanja online di Maret 2020. Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak awal Maret mengakibatkan penggunaan aplikasi belanja online untuk jual-beli kebutuhan sehari-hari hingga barang bekas mengalami kenaikan hingga 300%.  Puncaknya terjadi pada 21-22 Maret, di mana aktivitas transaksi online di aplikasi jenis ini melonjak hingga lebih dari 400%.

Toko, pusat perbelanjaan, perusahaan, restoran, hotel, dan tempat hiburan dengan serempak harus susun taktik baru guna tetap bertahan, dimulai dari mengurangi kegiatan di ruang terbuka dan menggantinya dengan konten interaktif di sosial media, hingga menutup bisnis offline untuk kemudian mengoptimalkan penjualan lewat internet sebagai upaya mempertahankan bisnis.  Grab Indonesia juga menyatakan bahwa meskipun sektor transportasi menurun, pesanan pengiriman makanan dan logistik terbilang mengalami peningkatan bisnis.

Transaksi jual-beli online pada umumnya memanfaatkan fasilitas instant messaging sebagai platform untuk pemesanan, berbicara dengan penjual, pembayaran, memantau status orderan hingga packing dan sampai paket tiba di tangan pembeli. Pembeli dapat dengan mudah memantau orderan mereka, baik berupa kebutuhan rumah tangga, makanan, alat-alat keperluan rumah tangga, hingga barang-barang elektronik. Di sini, kunci kesuksesan terjadinya transaksi adalah agent. agen home delivery service perlu mendalami proses, teknologi, dan orang-orang untuk mendukung operasi mereka. Agen pengiriman ke rumah seharusnya ahli dalam bidang ini. Pelaku bisnis perlu mengeksekusi home delivery service yang baik dengan cara memperluas strategi ritel omnichannel mereka.

Saat ini, pengiriman menjadi penting secara strategis bagi bisnis karena telah menjadi bagian integral dari identitas merek mereka. Semua strategi penjualan dan loyalitas konsumen dapat hilang dengan satu pengiriman yang buruk. Tantangan bagi banyak bisnis adalah mereka memiliki banyak saluran pengiriman dan setiap saluran pengiriman memiliki strategi dan kemampuannya sendiri. Kegagalan untuk mengintegrasikan saluran pengiriman dapat mengakibatkan penilaian layanan yang buruk oleh pelanggan dan biaya yang lebih tinggi untuk dikeluarkan oleh bisnis.

Dengan ritel omnichannel, pengiriman menjadi sama pentingnya dengan penjualan dan bisa menjadi cara baru meningkatkan penjualan. Bagi customer, definisi penjualan yang berhasil selalu termasuk yang berhasil diantarkan ke rumah. Sekarang, dengan pembelian online, ukuran keberhasilan juga perlu penyesuaian bagi pihak bisnis.

Menurut Euromonitor (Cushman & Wakefield, 2013) penjualan ritel internet non-toko global, atau belanja internet mencapai 579 miliar dolar AS pada tahun 2012, yang merupakan 4% dari total penjualan ritel global. Ini berarti pengeluaran ritel online $83 per kapita. Pasar ritel online global menunjukkan pertumbuhan 14,8% dari 2007 hingga 2012, sementara total pertumbuhan ritel hanya 0,9% dibandingkan periode yang sama.

Tidak hanya kebutuhan pokok yang dibeli, Blibli mengatakan terdapat empat produk yang diincar oleh pengguna. Keempat itu adalah kategori computer dan laptop, elektronik, home & living hingga handphone beserta tablet. Blibli mencatat pertumbuhan kategori komputer & laptop khususnya accecories, printer hingga peralatan gaming mengalami tercatat sebagai 3 produk dengan pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan itu mencapai 2 kali lipat jika dibandingkan sebelum adanya pandemi. Bahkan, cloud kitchen, pemain baru industri pangan saat ini tengah banyak digandrungi masyarakat yang berminat untuk memulai bisnis pangan atau mengadaptasi model bisnisnya untuk tetap relevan selama PSBB.

Beragamnya variasi produk belanja online konsumen adalah tanda positif bagi penjual grosir dalam pergeseran pasar menuju transaksi ekonomi yang bisa dilakukan di rumah.  Blibli melihat tren pertumbuhan positif terkait perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja karena mulai terbiasa online. Oleh karena itu, Blibli memaksimalkan layanannya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna melalui gratis ongkos kirim dan kemudahan dalam melakukan pembayaran. Beberapa produk juga sudah mulai menawarkan promosi penjualan khusus, dari pengiriman gratis hingga diskon kemitraan dengan platform e-commerce.

Perubahan perilaku konsumen selama pandemi tidak hanya dirasakan oleh pihak e-commerce, tapi juga logistik sebagai garda terdepan keselamatan dan kualitas barang yang dipesan hingga ke tangan customer karena tantangan yang dihadapi berkisar pada memenuhi pengiriman saat lonjakan belanja online untuk hal-hal penting bersamaan dengan krisis logistik ketika pandemi.

Dengan disrupsi signifikan pada rantai pasokan, bersama dengan daya beli rumah tangga yang terpukul oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar, pengiriman B2B dan penjualan barang-barang pilihan juga telah terpengaruh. Menurut Asosiasi Logistik Indonesia, pasar B2C tampaknya mendapat manfaat dari pandemi. Dibandingkan dengan hari pra-PSBB, data awal dari operator logistik Paxel menunjukkan bahwa volume pengiriman ekspres makanan beku dan barang-barang penting lainnya telah melonjak sekitar 70%.

Strategi dan teknologi omni-channel home delivery service telah meledak secara global dalam beberapa tahun terakhir. Ada banyak contoh pengecer terkemuka (dan lainnya) yang mendorong pendapatan, mengurangi biaya, dan mencapai layanan pelanggan yang berbeda. Namun, sebagian besar pengecer memiliki banyak hal yang harus dilakukan, sehingga peluangnya jelas masih ada bagi mereka yang berani mengubah “sikap” rantai pasokan mereka.

Padahal, Huang mengklaim bahwa kualitas kinerja layanan logistik merupakan komponen pemasaran penting yang membantu menciptakan kepuasan pelanggan, akibatnya, peningkatan jumlah pengiriman berukuran kecil dan variasi frekuensinya menimbulkan tantangan besar bagi penyedia layanan logistik.

Dan dengan mempertimbangkan, Data dikumpulkan dari 243 konsumen AS yang menyatakan pendapatnya tentang belanja online:

Pengiriman adalah salah satu faktor yang paling dipertimbangkan yang mereka gunakan sebagai meter dalam evaluasi mereka, jadi penting untuk memahami kebutuhan pengguna nyata tentang hal itu dan inilah yang akan kami lakukan dalam pekerjaan ini.

Pada akhirnya, penting bagi bisnis untuk secara taktis beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar dan mencari tren yang relevan untuk dieksekusi. Dengan pendekatan omnichannel home delivery service, bisnis dapat memfasilitasi kebutuhan hidup masyarakat yang masih dalam pembatasan pergerakan fisik karena kondisi yang tidak dapat dihindari, sehingga membuat customer enggan untuk beralih ke brand lain.

Share :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Related Post